Pelepasan Jamaah Calon Haji

Camat, Kapolsek, Danramil dan Kepala KUA Kecamatan Purwanegara dalam Pelepasan JCH 1432 H / 2011 M

Pelayanan Haji 1432 H / 2011 M

Ibu Umi Fadilah ( karyawan KUA Kec. Purwanegara beserta suami, bersiap meninggalkan Banjarnegara...

Kunjungan URAIS Kota Surakarta

Rombongan URAIS dan KUA se Kota Surakarta berpose sejenak di KUA Kecamatan Purwanegara

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Masjid Baiturrahman Semarang tampak dari...( Lantai 7 kamar 26 Hotel Horison )

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Para peserta pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut bersantai sejenak setelah menerima materi (...wong ndeso...

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Berpose sejenak dengan Penghulu KUA Kecamatan Purbalingga ( Bpk. Muhammad Mujib )

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Tim ariesoftware.net menyampaikan materi dalam kegiatan Pelatihan SIMKAH TK. Lanjut di Hotel Horison...

Kantor KUA Kec. Purwanegara

Jl. Balai Desa Penatusan No. 100 Purwanegara Banjarnegara Jawa Tengah

Kunjungan Kerja Ka Kanmenag

Kepala KUA, Kepala Kantor Kemenag, Peghulu dan Operator SIMKAH

Bimbingan Manasik Haji Tahun 2011

Peserta sedang mengikuti kegiatan Manasik Haji

Study Banding KUA PRACI WONOGIRI

Kunjungan Kepala  KUA Praci Kab. Boyolali Jawa Tengah

Gebyar HAB Kemenag ke 65

Karyawan KUA dan P3N mengikuti pawai ta'aruf dalam rangkan HAB Kemenag

Kunjungan Analisis Keuangan

Rehat Sejenak bersama  analisis Keuangan

HAB Kemenag RI Tahun 2010

Keluarga Besar KUA Kec. Purwanegara, sesaat setelah Upacara HAB Kemenag

Headline

Semarang (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali... Details
Banjarnegara- Selasa, 15 November 2011... Details
Buku Tamu
Kemenag Akan Ukur Ulang Arah Kiblat
Jakarta(Pinmas))--Kementerian Agama akan melakukan pengukuran ulang arah kiblat masjid dan mushalla. Pengukuran itu bukan sepenuhnya karena kesalahan serta tidak bisa digunakan untuk shalat, namun karena faktor teknologi, dan keterbatasan peralatan saat itu.

"Aparat Kementerian Agama akan melakukan pengukuran apabila ada permintaan dari pengurus masjid itu," kata Sekjen Kementrian Agama Bahrul Hayat Ph.D mewakili Menteri Agama saat membuka Sosialisasi Arah Kiblat Tingkat Nasional, Senin (15/3) di Jakarta.Kegiatan yang dikuti pimpinan ormas Islam dihadiri Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah.


Bahrul mengungkapkan, sampai saat ini Kemenag belum melakukan verifikasi arah kiblat dari masjid dan mushalla di Indonesia yang jumlah mencapai 700 ribu masjid. "Secara bertahap, semua masjid di Indonesia akan dilakukan verifikasi arah kiblat. Caranya yang utama mengubah shaf, sedangkan yang akan membangun masjid supaya berkoordinasi dengan Kementrian Agama setempat," jelasnya.

Ia menambahkan, pengukuran ulang arah kiblat masjid maupun mushalla tidak dipungut biaya, karena semuanya sudah menjadi tanggungan Kementrian Agama. Disatu sisi, bagi masjid maupun mushalla yang belum diverifikasi arah kiblatnya, shalat saja seperti biasa. Sebab, kiblat yang ditetapkan oleh para ulama dan tokoh agama saat itu, sudah sesuai dengan kondisi ilmu falaq dan peralatan yang ada.

"Sekarang ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan serta canggihnya peralatan, telah memberikan kemudahan kepada manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah kearah Ka`bah," ujar Bahrul Hayat didampingi Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, dan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah.

Untuk itu Sekjen Bahrul Hayat berpesan kepada masyarakat, agar tidak galau dalam melaksanaka shalat, hanya karena arah kiblat di masjid maupun mushalla di lingkungannya belum diubah. "Tidak ada masalah soal itu," tegasnya.

Menjawab pertanyasan ia menambahkan, dengan teknologi komputer dan satelit atau dengan yan paling sederhana, navigasi yang telah Allah SWT berikan sejak dahulu, yaitu matahari. Sebab pada tanggal 27 atau 28 Mei jam 16:18 WIB, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 WIB, posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah. Sehingga bayang-bayang benda dipermukaan bumi pada jam tersebut, mengarah ke Ka`bah.

"Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan,"ujarnya.

Menurut pengamatan Kementrian Agama lanjut Bahrul, arah kiblat masjid-masjid yang ada, terjadi beberapa masjid yang beda dari arah yang tepat. Perbedaan ini, dapat mencapai sekitar 20 derajat. "Kami berharap, nantinya masyarakat mau berkonsultasi dengan pihak Kementrian Agama setempat, untuk menentukan arah kiblat masjid yang hendak dibangun," pinta Bahrul seraya menambahkan nantinya pengurus masjid atau panitia pembangunan memperhatikan arah kiblat yang benar. (ks)

 
Supported by

Video Profil
Asmaul Husna
Waktu Online
Top