|
Evaluasi Pelayanan Katering Musim Haji 1430 H/2009 M |

Sumber: www.depag.go.id Madinah(MCH)--Alhamdulillahirobbil alamin, begitu kloter 47 JKG dilepas dari depan Kantor Sektor I Daker Madinah, perasaan lega menyelimuti perasaan hati ini. Pelayanan katering kepada jamaah sudah selesai, hanya tinggal melengkapi data/dokumen administrasi yanag perlu direkap/dihitung kembali. Apalagi setelah kloter 49 JKG lepas landas dari BandaraAMAA, perasaan syukur ini semakin bertambah dalam saja. Ya Allah, rasanya hati ini begitu lega dan lapang telah usai melayani jamaah dalam penyajian makan.
Tentunya perasaan seperti itu tidak hanya melingkupi kami yang bekerja di lini pelayanan katering, namun juga semua bagian yang terkait pelayanan kepada jamaah, baik di Daker Madinah maupun di wilayah Sektor 1 s.d 5. Ada yang masih tersisa setelah selesai penyelenggaraan haji tahun 1430 H/2009 M di wilayah kerja Daker Madinah, yaitu mengevaluasi hasil-hasilnya.
Khusus untuk pelayanan katering kepada jamaah haji memang belum langsung dapat disimpulkan secara komprehensif. Namun sekedar untuk memberi sedikit gambaran yang merupakan representasi keadaan secara holistik, maka dapat dikatakan bahwa pelayanana katering kepada jamaah pada dasarnya sudah sesuai rencana.
Namun demikian memang tidak dipungkiri, dalam gelombang 1 dan 2 masih terdapat kekurangan yang tentunya menjadi masukan berharga untuk perbaikan pelayanan pada musim haji tahun 1431 H/2010 M.
Jika dapat ditarik suatu benang merah, maka ada 3 masalah yang mungkin dapat dievaluasi dan menjadi masukan, yaitu :
1.Masalah menu dan variasinya yang memang masih menjadi diskursus yang tidak selesai, karena menyangkut selera ratusan ribu jamaah haji Indonesia yang memiliki selera berbeda-beda. Namun yang lebih berharga pada masa mendatang adalah bagaimana nilai gizi dalam menu yang disajikan dapat terpenuhi. Jadi jangana hanya berkutat pada masalah jenis menunya.
2.Koordinasi kerja antara dapur katering dengan Majmu�ah yang menurut pengamatan umum masih perlu dioptimalkan lagi, khususnya terkait dengan penempatan jamaah haji disuatu pemondokan. Dampaknya memang sangat terasa, yaitu adanya keterlambatan penyajiana makanan kepada jamaah.
3.Komitmen pelayanan kepada jamaah haji dari dapur katering yang perlu lebih digugah lagi pada masa mendatang, karena masih ada yang belum fokus 100 % melayani jamaah dan terkesan saling menyalahkan, baik intern dapur katering mauapun dengan Panitia. Untuk itu perlu dibangun semangat kebersamaana bahwa baik dapur katering maupun Panitia adalah sama-sama dalaam kapasitasnya melayani jamaah haji sebagai duyufurrahman.
Mungkin benang merah di atas hanya sekelumit nilai-nilai yang urgen dalam kaitan pelayanan katering kepada jamaah haji. Namun yang perlu lebih diutamakan adalah bagaimana di masa mendatang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya. Akhirnya dengan mengucap syukur alhamdulillah, pelayanan katering kepada jamaah haji pada musim haji tahun 1430 H/2009 M purna sudah dengan harapan dapat menjadi suatu pembelajaran berharga di masa mendatang. Sampai sua lagi di musim haji tahun 1431 H/2010. InsyaAllah. (Arif Nurrawi./Kasi Was Ring Daker Madinah)
|