Pelepasan Jamaah Calon Haji

Camat, Kapolsek, Danramil dan Kepala KUA Kecamatan Purwanegara dalam Pelepasan JCH 1432 H / 2011 M

Pelayanan Haji 1432 H / 2011 M

Ibu Umi Fadilah ( karyawan KUA Kec. Purwanegara beserta suami, bersiap meninggalkan Banjarnegara...

Kunjungan URAIS Kota Surakarta

Rombongan URAIS dan KUA se Kota Surakarta berpose sejenak di KUA Kecamatan Purwanegara

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Masjid Baiturrahman Semarang tampak dari...( Lantai 7 kamar 26 Hotel Horison )

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Para peserta pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut bersantai sejenak setelah menerima materi (...wong ndeso...

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Berpose sejenak dengan Penghulu KUA Kecamatan Purbalingga ( Bpk. Muhammad Mujib )

Pelatihan SIMKAH Tk. Lanjut

Tim ariesoftware.net menyampaikan materi dalam kegiatan Pelatihan SIMKAH TK. Lanjut di Hotel Horison...

Kantor KUA Kec. Purwanegara

Jl. Balai Desa Penatusan No. 100 Purwanegara Banjarnegara Jawa Tengah

Kunjungan Kerja Ka Kanmenag

Kepala KUA, Kepala Kantor Kemenag, Peghulu dan Operator SIMKAH

Bimbingan Manasik Haji Tahun 2011

Peserta sedang mengikuti kegiatan Manasik Haji

Study Banding KUA PRACI WONOGIRI

Kunjungan Kepala  KUA Praci Kab. Boyolali Jawa Tengah

Gebyar HAB Kemenag ke 65

Karyawan KUA dan P3N mengikuti pawai ta'aruf dalam rangkan HAB Kemenag

Kunjungan Analisis Keuangan

Rehat Sejenak bersama  analisis Keuangan

HAB Kemenag RI Tahun 2010

Keluarga Besar KUA Kec. Purwanegara, sesaat setelah Upacara HAB Kemenag

Headline

Jakarta(Pinmas)--Dewan Perwakilan Daerah (DPD) memutuskan... Details
Mekkah (MCH)--Pelayanan transportasi jemaah haji di... Details
Buku Tamu
Konjen RI Jeddah: Tingkatkan Koordinasi Lapangan dalam Layanan Haji Jeddah

www. depag.go.id

Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, H Gatot Abdullah Mansyur, menegaskan untuk memberi pelayanan jamaah haji lebih baik lagi kedepannya akan dilakukan peningkatan koordinasi tingkat lapangan, khususnya dengan pihak pelaksana, atau konsorsium penyelenggara ibadah haji yang ditunjuk Kementerian Haji Arab Saudi. "Hubungan kita dengan pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan haji, sudah sangat baik, yang perlu kita intensifkan dan lebih ditingkatkan adalah koordinasi tingkat lapangan," tegas H Gatot Abdullah Mansyur yang juga Koordinator Harian PPIH Arab Saudi, menjawab pertanyaan Wartawan pada acara perpisahan PPIH Daker Jeddah, di Madinatul Hujjaj, Jumat (1/1/2010) malam.

 

H Gatot sependapat bahwa hubungan antar kepanitiaan dalam penyelenggaraan haji 2009 mengalami berbagai kendala di tingkat lapangan, terutama masalah teknis, penyebabnya antara lain, selain sarana terbatas, juga adanya komunikasi yang kurang nyambung, sehingga ada saja terjadi salah pengertian pada implementasi kebijakan. "Dalam soal teknis penyelenggaraan haji yang akan datang sependapat dengan evaluasi, dan itu tugas kita, untuk mendekati mereka. Insya-Allah kita kedepan akan lebih erat lagi. Selama ini kita tidak ada masalah dengan pemerintah Arab Saudi, yang justru menjadi kendala itu pelaksanaan di lapangan," jelasnya. H Gatot memberi contoh soal teknis yang dihadapi di lapangan, yaitu persoalan di "air port", yang seluruh "gate" belum selesai dibangun, sementara yang menggunakan banyak negara. "Kalau kita minta dua gate, misalnya ya susah, karena kan ada 100 negara yang menggunakannnya. Ya dalam soal ini kita sangat memaklumi keterbatasan mereka, tapi kedepan kita, ya kita perdekat lagi," katanya. Untuk menjalin hubungan lebih dekat lagi, menurut H Gatot, kuncinya adalah komunikasi. Karena itu kedepannya setuju jika petugas level tertentu harus bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab. Terutama, jelasnya, petugas dari Jakarta perlu ditingkatkan kemampuan berkomunikasinya. Selain kawan-kawan tenaga musiman (Temus) mahasiswa-mahasiswa dari luar negeri, yang berkemampuan untuk berbahasa Arab, terutama dari Timur Tengah. Mereka itu sangat fital sangat membantu berkomunikasi melayani jamaah haji. "Saya sependapat itu, karena itu waktu rekrutmennya, nanti benar-benar dipilih mereka yang bisa berbahasa Arab, apalagi untuk level tertentu yang memiliki peran dan tugas yang berat dan sering berkomunikasi di lapangan. Berkaitan dengan pemahaman bahasa Arab itu, menurut H Gatot Abdullah Mansyur, bukan hanya terhadap petugas, melainkan sudah bisa dimulai pada kegiatan manasik haji harus lebih ditingkatkan dan disempurnakan lagi. Manasik haji tidak hanya difokuskan pada masalah ibadahnya saja, tetapi yang kecil yang sangat teknis harus disampaikan pada manasik haji. Misalnya tip-tip kalau kesasar bagaimana berkomunikasinya, masuk lift, cara menggunakan kunci kartu dan lainnya. Persoalan seperti itu, menurut H Gatot Abdullah Mansyur masih banyak jamaah yang tidak mengetahui, sehingga bisa mengganggu jamaah itu sendiri, dan banyak jamaah kesasar hanya persoalan sepele seperti itu. Madinatul Hujjaj Hal lain yang diakui oleh Konjen RI di Jeddah yang juga Koordinator Harian PPIH Arab Saudi ini soal penempatan jamaah haji khususnya di Makkah dan Jeddah, yang perlu mendapat perhatian kedepannya. Di Makkah nantinya diupayakan bisa tercapai menempatkan 50-50 persen jamaah dekat Masjidilharam, sehingga nanti banyak yang bisa dilakukan efisiensi. Karena tidak lagi diperlukan transportasi. Seperti terjadi di Madinah dengan menggunakan kawasan Markaziyah yang jaraknya terjauh 200 meter dari Masjid Nabawi, yang diharapkan kedepannya mencapai 100persen. Sedangkan di Jeddah, akan lebih baik menempatkan jamaah haji tidak seperti tahun ini, menggunakan tujuh hotel transit yang tempatnya terpencar-pencar padahal mereka hanya transit 24 jam. Sehingga selain sulit dalam koordinasi dan harus banyak keluar energi, karena itu akan diintegrasikan. Madinatul Hujjaj Mengenai rencana menggunakan lagi Madinatul Hujjaj, H Gatot mengatakan, pihak Madinatul Hujjaj tidak merekomendasikan untuk digunakan karena bangunan tersebut kondisinya sudah kurang bagus, sudah lebih 40 tahun. Mereka memilih akan membangun tower yang nantinya akan disewa Indonesia, daripada merenovasi bangunan Madinatul Hujjaj itu. Dikatakan, pihak Madinatul Hujjaj sudah mengatakan tidak bersedia mengeluarkan dana untuk merenovasi bangunan tersebut jika Indonesia akan memanfaatkan lagi, karena biayanya cukup besar bisa mencapai puluhan juta riyal. Karena itu memilih akan membangun tower di sekitar areal tersebut. Sedangkan untuk sementara sebelum tower jadi, pihak Indonesia bersedia merenovasi sendiri, tetapi tidak mau jika diberi hak menggunakan hanya satu tahun, melainkan untuk tujuh tahun keatas, dan hal ini disambut baik pihak Madinatul Hujjaj. "Jelas kita rugi kalau hanya diberi hak menggunakan setahun, kalau tujuh tahun ketas, kita pikir ya `break event`. Kita setuju itu dan manajemen Madinatul Hujjaj mau menerima. Karena itu sebelum pembangunan tower jadi, kita akan manfaatkan Madinatul Hujjaj," kata H Gatot. Perpisahan Acara perpisahan petugas PPIH Daker Jeddah, dihadiri selain H Gatot Abdullah Mansyur, Ketua PPIH Arab Saudi, H Syairozy Dimyathi, Wakil Ketua I Zainal Abdidin Supi, Sekretaris PPIH Ahda Barori, dan para angoota perwakilan dari perhubungan, tenaga kerja, PPIH berlangsung hidmat. Memberi sambutan selain H Gatot, dan H Syairozy Dimyati, serta Kepala Daker Jeddah Subhan Cholid yang melaporkan kegiatan daerah kerjanya selama 76 hari melayani tamu Allah, serta Yayat Ruhiat Endin yang menyampaikan kesan dan pesan petugas PPIH. Acara diawali dengan pembacaan ayat Suci Al-Qur`an diselingi pembacaan al Fatihan untuk arwah Presiden RI ke-4 Gus Dur, ditutup doa serta dilanjutkan acara hiburan. PPIH Jeddah beranggotakan 194 orang, dilaporkan utuh, alias semua bisa kembali ke Tanar Air. Rencana berangkat Sabtu (2/1), bersma-sama petugas PPIH dari Dakler Madinah, dengan GA 981 "take off" dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pukul 20.00 waktu setempat. (sal)

 
Supported by

Video Profil
Asmaul Husna
Waktu Online
Top