Banjarnegara- Selasa, 15 November 2011 menjadi momen yang paling membahagiakan bagi pasangan Amarudin bin Nawawi ( 60 th ) dan Kasem binti Tayasa ( 61 th ) penduduk Kalitengah Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. Hal ini karena keduanya baru saja melangsungkan dan mencatatkan pernikahannya di Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara.Di usia yang sudah tidak muda lagi, bukan berarti hal tersebut mengurangi hasrat kakek 60 tahun tersebut untuk melangsungkan pernikahannya. Layaknya kaum muda lainya,bagi Amarudin, pernikahannya ini pun dianggap sakral dan bersejerah bagi kehidupannya.
Bagi kakek yang kesehariannya sebagai buruh tani ini p ernikahan tersebut memang bukan kali pertama baginya setelah sepeninggal istrinya 5 tahun silam. Kesendirian tersebut seolah memberikan semangat bagi kakek tersebut untuk mencari pendamping hidup yang baru. Ketika ditanya perihal tujuannya menikah, dengan lugunya Amarudin menjawab: kangge ngancani turu ( untuk menemani tidur: red ), lan kersane wonten igkang ngliwet (baca: agar ada yang masak ). Hal ini juga diiyakan oleh Kasem dengan senyum dan anggukan kepala.
Demikian halnya bagi Kasem, tidak jauh berbeda, pernikahan inipun juga kali kedua baginya. Kasem pun di tinggal mati oleh suaminya. Bagi Kasem pernikahannya sangat membahagiakan dan menjadi sejarah dalam hidupnya. Hal ini tercermin dari rona wajahnya yang bersemangat selalu mengumbar senyum ketika prosesi akad nikah berlangsung, seolah tak sabar menunggu sang calon suaminya mengucapkan “ Kulo tampi...” ( Saya terima ) dan para saksi mengucapkan syah.....
Ketika ditanya rencana setelah menikah, kakek nenek ini akan menghabiskan sisa umurnya untuk memperbanyak ibadah dan merawat anak cucu. Selamat berbahagia pak Amarudin dan Ibu Kasem semoga menjadi keluarga yang tenteram lahir bathin penuh dengan kasih sayang.
.
|